PUASA RAMADHAN

Rahasia Kulit Tetap Glowing dan Sehat Selama Bulan Puasa Ramadhan

Rahasia Kulit Tetap Glowing dan Sehat Selama Bulan Puasa Ramadhan
Rahasia Kulit Tetap Glowing dan Sehat Selama Bulan Puasa Ramadhan

JAKARTA - Selama bulan Ramadhan, banyak orang khawatir kondisi kulit mereka akan menurun akibat perubahan pola makan, kurang tidur, serta dehidrasi ringan, yang kerap dirasakan selama ibadah Ramadhan.

Dokter spesialis kulit asal Kota Malang, Jawa Timur, Dr dr Dhelya Widasmara SpDVE SubspDT MMRS, Minggu (1 Maret 2026), membagikan beberapa cara untuk mempertahankan kondisi tubuh selama bulan puasa, khususnya menjaga kesehatan kulit.

Menurut Dhelya, banyak orang khawatir, selama Ramadhan tubuh akan dehidrasi dan membuat kondisi kulit menjadi tidak sehat. Padahal, sebenarnya, menurut Dhelya, Ramadhan bisa menjadi waktu kita merawat diri secara lebih holistik atau menyeluruh.

”Kulit glowing bukan hanya soal produk atau prosedur yang digunakan. Tidur cukup, pikiran tenang, dan gaya hidup sehat adalah perawatan terbaik yang tidak bisa digantikan oleh produk apa pun. Ramadhan, dengan ritmenya yang unik, sesungguhnya adalah kesempatan emas untuk mereset kebiasaan buruk, dan membangun rutinitas hidup yang lebih seimbang, termasuk rutinitas merawat kulit,” kata Dhelya.

Dengan persiapan matang sebelum Ramadhan, dan dengan perawatan konsisten sehari-hari, menurut Dhelya, kita bisa tampil segar, bercahaya, dan percaya diri. ”Glowing selama bulan puasa dan glowing saat nanti Lebaran,” katanya.

Perubahan Metabolisme dan Dampaknya pada Kulit

Kenapa kulit bisa ”kusam” saat puasa? Menurut Dhelya, selama berpuasa, tubuh mengalami pergeseran metabolisme. Asupan cairan berkurang selama 12–14 jam, dapat memengaruhi kadar air di lapisan kulit (stratum corneum). ”Dengan demikian, kulit terlihat lebih kering, kasar, dan kurang bercahaya. Selain itu, perubahan jam tidur akibat sahur dan Tarawih sering mengganggu siklus perbaikan sel kulit yang terjadi secara alami pada malam hari,” katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti puasa berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Menurut Dhelya, justru puasa dapat memicu proses autopagi—mekanisme ”pembersihan” sel tubuh secara alami—yang secara tidak langsung memperbaiki kesehatan kulit dari dalam.

Artinya, bila dijalani dengan pola hidup yang tepat, Ramadhan dapat menjadi momentum memperbaiki kualitas kesehatan, termasuk kondisi kulit wajah dan tubuh secara keseluruhan.

Bangun Cadangan Hidrasi Sebelum Puasa

Sebenarnya, persiapan tetap glowing selama Ramadhan, menurut Dhelya, bisa dimulai saat sebelum Ramadhan. Saat itu, kita bisa membangun ”cadangan” hidrasi kulit dengan menggunakan pelembab dengan kandungan humektan seperti hyaluronic acid, glycerin, atau urea, yang berfungsi menarik dan mengunci air di lapisan kulit. ”Tipsnya adalah oleskan pelembab pada kondisi kulit yang masih sedikit lembab setelah mencuci muka, untuk hasil maksimal,” kata Dhelya.

Dari sisi internal, Dhelya mengatakan perlunya memperbanyak konsumsi air putih. Setidaknya 8 gelas per hari sebelum Ramadhan dimulai. ”Tingkatkan pula asupan makanan kaya antioksidan seperti tomat, brokoli, blueberry, dan bayam. Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, dan zinc berperan penting dalam menjaga integritas kolagen serta mempercepat regenerasi sel kulit,” katanya.

Memperkuat kondisi kulit sebelum memasuki masa puasa membantu tubuh lebih siap menghadapi perubahan pola makan dan waktu istirahat yang terjadi selama Ramadhan.

Fokus Menjaga Skin Barrier Saat Ramadhan

Selama Ramadhan, fokus utama perawatan beralih ke menjaga kelembaban dan melindungi skin barrier. ”Hindari produk kecantikan dengan kandungan aktif yang terlalu kuat, seperti retinol dosis tinggi atau AHA konsentrasi tinggi, jika kulit mulai menunjukkan tanda kekeringan atau iritasi. Sebaliknya, pilih formula lembut yang mengandung ceramide, peptide, atau pantenol untuk membantu memperkuat lapisan pelindung kulit,” kata Dhelya.

Selain itu, penggunaan tabir surya atau sunscreen juga menjadi hal penting yang kerap terlihat sepele, tetapi tidak boleh dilupakan, menurut Dhelya. Paparan sinar matahari tetap berisiko merusak kulit, meskipun tubuh sedang berpuasa.

Perawatan dari luar perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi tubuh secara menyeluruh agar hasil yang didapat lebih optimal.

Nutrisi Seimbang untuk Kulit dan Tubuh Bugar

Dan, terpenting, selama puasa, kita disarankan untuk tidak abai menjaga kondisi tubuh dari dalam. ”Untuk menjaga kecerahan kulit dari dalam, manfaatkan waktu sahur dan berbuka untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” katanya.

Selama sahur dan puasa, Dhelya menyarankan masyarakat memprioritaskan makanan dengan kandungan protein berkualitas seperti ikan, telur, tahu, dan tempe serta mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak sehat seperti dari alpukat dan kacang-kacangan.

”Jangan lupa, konsumsi sayuran dan buah berwarna cerah, yang kaya vitamin dan antioksidan. Batasi makanan berminyak, tinggi gula, dan olahan berlebihan yang dapat memicu peradangan dan memperburuk jerawat,” katanya.

Selama bulan Ramadhan tubuh tetap membutuhkan berbagai jenis nutrisi untuk menjaga kesehatan. Beberapa nutrisi itu misalnya karbohidrat. Karbohidrat adalah sumber utama energi tubuh. Disarankan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, dan oats untuk mendapatkan energi yang bertahan lebih lama. Berikutnya konsumsi protein yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga massa otot. Sumber protein antara lain daging tanpa lemak, ikan, telur, tempe, dan tahu.

Selanjutnya, tubuh tetap butuh serat yang penting untuk pencernaan dan menjaga kenyang lebih lama. Makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, akan membantu mencegah sembelit. Berikutnya makanan dengan vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, D, mineral kalsium, dan zat besi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index