KAQI

Target Laba Naik 30 Persen, KAQI Siapkan Rencana Dividen Investor

Target Laba Naik 30 Persen, KAQI Siapkan Rencana Dividen Investor
Target Laba Naik 30 Persen, KAQI Siapkan Rencana Dividen Investor

JAKARTA - PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) menatap optimistis pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 25–30% pada 2026, seiring strategi ekspansi cabang baru. 

Perusahaan spesialis perbaikan kaki-kaki kendaraan roda empat ini telah beroperasi sejak 2010 dengan 22 cabang di Jawa dan Bali, dan berencana menambah lokasi baru di Bogor serta Gianyar, Bali.

Direktur Utama KAQI, Imam Sujono, menuturkan bahwa ekspansi cabang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perseroan. 

“Pembukaan cabang baru di Bogor dan penambahan cabang di Gianyar, Bali, akan semakin mengukuhkan dominasi perseroan di Bali karena memiliki tiga cabang besar,” ujarnya. 

Strategi ini diharapkan meningkatkan penetrasi pasar sekaligus memaksimalkan jangkauan layanan KAQI, terutama di wilayah yang memiliki permintaan tinggi atas servis kaki-kaki kendaraan.

Model Bisnis dan Keterjangkauan Layanan

Permintaan servis kaki-kaki mobil dinilai inelastis terhadap inflasi, artinya perbaikan menjadi kebutuhan mendesak saat kerusakan muncul. KAQI menekankan keterjangkauan dan kualitas layanan, termasuk memberikan jaminan servis gratis satu tahun apabila masalah yang sama terjadi kembali.

“Model bisnis kami menghendaki sebanyak mungkin titik pelayanan. Oleh karena itu, pembukaan cabang baru dilakukan di Jawa dan Bali, menggunakan modal sendiri maupun skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan investor strategis,” jelas Imam. 

Strategi ini memastikan ketersediaan layanan berkualitas bagi pelanggan, sekaligus mendukung pertumbuhan organik perseroan.

Strategi Keuangan dan Pemanfaatan Dana IPO

KAQI merencanakan pembagian dividen kepada investor sebagai apresiasi atas pencapaian pertumbuhan dan komitmen terhadap pertumbuhan organik perusahaan. Direktur Keuangan KAQI, Dodon Tri Koeswardana, menjelaskan bahwa strategi ekspansi tercermin dari penggunaan dana IPO.

Hingga November 2025, KAQI telah menggunakan Rp47,32 miliar atau 95,46% dari dana IPO, terbagi menjadi:

Rp40,22 miliar (81,12%) untuk belanja modal atau pembangunan bengkel baru.

Rp6,34 miliar (12,79%) untuk pinjaman ke anak usaha.

Rp764,42 juta (1,54%) untuk belanja operasional.

Sisa dana IPO sebesar Rp2,25 miliar (4,54%) akan digunakan untuk pembangunan fasilitas baru, renovasi cabang, dan pengadaan alat kerja utama yang mendukung cabang-cabang beroperasi pada 2026.

Kinerja Keuangan Terkini dan Proyeksi 2026

KAQI mencatatkan kinerja positif pada 9 bulan 2025, dengan pendapatan Rp53,2 miliar, naik 22,93% dari Rp43,3 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Rp6,38 miliar, sedikit terkoreksi 10,76% dari Rp7,15 miliar per Juni 2024.

Dodon menyampaikan proyeksi akhir 2025, pendapatan perseroan diperkirakan mencapai target Rp75 miliar, dengan kontribusi rata-rata setiap bengkel sebesar Rp600 juta per bulan. Ekspansi cabang baru menjadi faktor utama untuk mencapai pertumbuhan laba dan memperkuat posisi perusahaan di sektor jasa otomotif.

Fokus Pertumbuhan Organik dan Strategi Dividen

Target pertumbuhan laba 25–30% menjadi tolok ukur keberhasilan strategi KAQI pada 2026. Pembukaan cabang baru, efisiensi operasional, dan kualitas layanan yang unggul menjadi faktor utama mencapai target tersebut.

Perusahaan juga menegaskan rencana pembagian dividen sebagai komitmen terhadap investor dan penghargaan atas pertumbuhan organik perseroan. Strategi ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan pasar, memperkuat posisi KAQI sebagai pemimpin layanan kaki-kaki kendaraan roda empat, serta memaksimalkan manfaat jangka panjang bagi pemegang saham.

KAQI menegaskan bahwa ekspansi yang terencana dan pemanfaatan dana IPO secara tepat akan mendukung pertumbuhan berkelanjutan, memperluas jaringan cabang, dan meningkatkan layanan pelanggan di seluruh wilayah operasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index