PUASA RAMADHAN

Cristiano Ronaldo Ikut Jalani Puasa Ramadan Selama di Arab Saudi Bersama Rekan-Rekannya

Cristiano Ronaldo Ikut Jalani Puasa Ramadan Selama di Arab Saudi Bersama Rekan-Rekannya
Cristiano Ronaldo Ikut Jalani Puasa Ramadan Selama di Arab Saudi Bersama Rekan-Rekannya

JAKARTA - Cristiano Ronaldo, megabintang sepak bola asal Portugal yang kini memperkuat klub Arab Saudi Al-Nassr, disebut pernah ikut merasakan ibadah puasa Ramadan bersama rekan-rekan Muslimnya di Arab Saudi, sebuah pengalaman yang diungkap mantan rekannya sendiri dalam sebuah perbincangan media. Pernyataan ini memberi sisi lain dari kehidupan Ronaldo di luar lapangan, yang menunjukkan rasa hormat dan keinginannya untuk memahami budaya serta praktik agama yang dijalankan mayoritas penduduk di negara tempat ia berkarier.

Respon Rekan dan Pengakuan Mantan Pemain Al-Nassr

Mantan pemain Al-Nassr, Shaye Sharahili, mengungkapkan dalam sebuah podcast olahraga bahwa Cristiano Ronaldo pernah mencoba berpuasa selama Ramadan ketika masih bermain di Arab Saudi. “Tahun lalu, Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa bersama para pemain Muslim Al-Nassr selama Ramadan,” ujar Sharahili, sebagaimana dikutip dari podcast Thmanyah Sport.

Sharahili menjelaskan bahwa Ronaldo berpuasa selama dua hari sebagai bagian dari upayanya untuk merasakan langsung apa yang dijalankan oleh para umat Muslim selama bulan suci. Langkah ini dilakukannya bukan karena kewajiban, tetapi lebih sebagai bentuk rasa ingin tahu dan penghormatan terhadap tradisi yang dijalankan oleh mayoritas rekan setimnya.

Mengapa Ronaldo Memilih Mengikuti Puasa

Menurut pengakuan Sharahili, keputusan Ronaldo untuk ikut berpuasa bukan semata karena tuntutan klub atau faktor profesional, melainkan motivasi personal untuk lebih memahami pengalaman rohani yang dijalankan oleh para pemain Muslim di sekitarnya. “Dia berpuasa selama dua hari untuk merasakan apa yang dirasakan oleh umat Muslim selama berpuasa,” tambah Sharahili.

Kontras dengan jadwal latihan dan kompetisi sepak bola profesional yang padat, puasa menjadi tantangan tersendiri yang tidak semua pemain non-Muslim mampu atau memilih untuk lakukan. Keputusan Ronaldo untuk mencoba puasa dua hari memberikan gambaran akan keterbukaan dan rasa hormatnya terhadap budaya lokal, meski ia sendiri bukan penganut agama Islam.

Konteks Ramadan di Arab Saudi Tahun Ini

Pada tahun 2026, pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan rukyatul hilal, penetapan awal bulan puasa dalam kalender Hijriah. Ramadan merupakan momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Arab Saudi, di mana mayoritas penduduk menjalankan puasa dari fajar hingga sore hari.

Situasi ini juga berdampak pada kalender kompetisi Liga Pro Arab Saudi, di mana jadwal pertandingan dan latihan sering disesuaikan agar kompatibel dengan waktu berbuka dan sahur para pemain Muslim. Meski demikian, liga tetap berjalan sepanjang bulan Ramadan tanpa penangguhan besar terhadap jadwal resmi pertandingan.

Reaksi Publik dan Makna Budaya

Ungkapan bahwa Ronaldo pernah melakukan puasa Ramadan menarik perhatian publik dan fans sepak bola di sejumlah negara, terutama di media sosial. Aksi ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat serta menunjukkan sisi kemanusiaan dan solidaritas Ronaldo terhadap rekan-rekannya yang menjalankan ibadah puasa.

Dalam sejumlah laporan media internasional juga disebutkan bahwa Ronaldo sering menyampaikan ucapan selamat atau salam kepada para penggemar Muslim selama bulan Ramadan, termasuk melalui unggahan media sosial. Ini turut dipandang sebagai bentuk toleransi budaya dan penghormatan terhadap identitas Islam di negara tempat ia berkarier.

Dampak ke Kehidupan Profesional dan Pribadi

Pengalaman berpuasa selama dua hari tersebut tidak berarti Ronaldo mengikuti seluruh tradisi puasa sepanjang bulan Ramadan, namun merupakan gestur yang mencerminkan minatnya memahami pengalaman rohani dan kultural rekan-rekannya. Dalam lingkungan sepak bola profesional seperti Liga Pro Arab Saudi, pemain asing sering beradaptasi dengan berbagai tradisi lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Momen ini memberikan kisah unik di luar catatan gol, assist, dan prestasi Ronaldo di lapangan. Tidak banyak pemain sepak bola dunia yang berani atau memilih untuk melakukan hal serupa, sehingga pengalaman ini menarik perhatian media dan penggemar dari berbagai belahan dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index