Mensesneg

Mensesneg Tekankan Sinergi TNI-Polri Sambut Ramadan Lebaran

Mensesneg Tekankan Sinergi TNI-Polri Sambut Ramadan Lebaran
Mensesneg Tekankan Sinergi TNI-Polri Sambut Ramadan Lebaran

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, pemerintah menaruh perhatian besar pada aspek keamanan dan ketertiban nasional.

Mobilitas masyarakat yang meningkat, aktivitas ibadah yang padat, serta arus mudik Lebaran menjadi rangkaian momentum yang memerlukan kesiapan aparat negara.

Dalam konteks tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali ditegaskan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan rasa aman di tengah masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menilai keberadaan TNI dan Polri tidak terpisahkan dari upaya pemerintah memastikan pelayanan publik berjalan lancar selama Ramadan hingga Lebaran. 

Pemerintah memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat dengan melibatkan dua institusi tersebut secara aktif.

TNI-Polri Tetap Tulang Punggung Pengamanan Nasional

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa TNI dan Polri tetap menjadi tulang punggung pengamanan nasional. Termasuk dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Menurut Prasetyo, peran tersebut telah melekat secara konsisten dalam setiap agenda nasional yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Baik dalam situasi rutin maupun momentum besar keagamaan, TNI dan Polri selalu hadir untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Ia menekankan bahwa kehadiran aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.

Koordinasi Lintas Kementerian Terus Diperkuat

Mensesneg menegaskan, meskipun tidak disampaikan secara khusus dalam forum Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan secara intensif. 

Dalam koordinasi tersebut, TNI dan Polri selalu dilibatkan untuk memastikan stabilitas dan kelancaran berbagai aspek pelayanan publik.

“Secara spesifik arahan dari Bapak Presiden memang di dalam forum tadi tidak secara eksplisit beliau sampaikan, tetapi dalam berbagai forum kami di lintas kementerian dalam rangka persiapan bulan suci Ramadan dan persiapan Lebaran, kami terus berkoordinasi,” ujarnya.

Prasetyo menjelaskan bahwa koordinasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari keamanan, transportasi, hingga distribusi kebutuhan masyarakat. Dalam setiap pembahasan, peran TNI dan Polri selalu menjadi bagian penting dari skema pengamanan nasional.

Pengamanan Lalu Lintas Dan Aktivitas Masyarakat

Ia menambahkan, kehadiran TNI dan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, termasuk dalam pengaturan dan kelancaran lalu lintas selama momentum Ramadan dan Idul Fitri.

“Baik TNI maupun Polri selalu hadir karena banyak hal yang juga saling berkaitan, misalnya dalam hal penanganan kelancaran lalu lintas, itu juga menjadi domain dari tugas teman-teman dari Kepolisian,” ujar Prasetyo.

Momentum Ramadan dan Lebaran kerap diwarnai peningkatan pergerakan masyarakat, baik untuk kegiatan ibadah maupun tradisi mudik. Oleh karena itu, pengamanan lalu lintas menjadi salah satu fokus utama yang memerlukan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan penuh aparat keamanan.

Dengan koordinasi yang terus diperkuat, pemerintah memastikan TNI dan Polri tetap menjalankan peran sentral sebagai penopang utama pengamanan nasional, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Rapim TNI-Polri Agenda Rutin Awal Tahun

Sementara itu mengenai Rapim TNI–Polri, menurut Prasetyo, agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu dilaksanakan pada awal tahun. Forum ini menjadi sarana penting bagi pimpinan TNI dan Polri untuk mendapatkan pengarahan langsung dari Presiden Republik Indonesia.

“Jadi setiap awal tahun selalu ada forum rapat pimpinan TNI maupun Polri. Dan hari ini, alhamdulillah Bapak Presiden dapat memberikan pengarahan dan kebetulan mengundang para pimpinan TNI dan Polri untuk mendapatkan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta,” kata Mensesneg.

Dalam Rapim tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan strategis terkait penguatan institusi, profesionalisme aparat, serta pentingnya soliditas internal dalam menjalankan tugas negara.

Pesan Presiden: TNI-Polri Dekat Dengan Rakyat

Dalam Rapim tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran TNI dan Polri sebagai institusi yang kuat, profesional, serta memiliki kedekatan dengan rakyat. Presiden juga menegaskan jati diri aparat negara sebagai Tentara Rakyat dan Polisi Rakyat.

“Terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat,” jelasnya.

Presiden Prabowo, lanjut Prasetyo, turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada TNI dan Polri atas peran aktif mereka selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya. Kedua institusi dinilai konsisten berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat serta menyukseskan berbagai program pemerintah.

“Di dalam pengarahan beliau tadi, beliau juga menyampaikan terima kasih, penghargaan, dan apresiasi kepada TNI maupun Polri yang dalam satu tahun lebih masa kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah,” kata Prasetyo.

Dengan penguatan koordinasi, arahan langsung Presiden, serta kesiapan aparat, pemerintah optimistis pelaksanaan ibadah Ramadan dan perayaan Idul Fitri 2026 dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index