JAKARTA - Integrasi sistem pembayaran lintas negara semakin menjadi kebutuhan di tengah mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang kian terhubung secara global.
Indonesia dan Korea Selatan menangkap peluang tersebut dengan mempercepat realisasi layanan pembayaran Quick Response (QR) antarnegara yang ditargetkan mulai dapat digunakan pada April 2026.
Inisiatif ini menandai langkah penting dalam memperkuat konektivitas keuangan digital sekaligus mendorong efisiensi transaksi bagi masyarakat kedua negara.
Kerja sama ini digagas oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem pembayaran digital yang aman, efisien, dan inklusif.
Dengan adanya layanan QR lintas negara, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan maupun sebaliknya dapat melakukan pembayaran secara langsung menggunakan aplikasi pembayaran domestik masing-masing negara.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan bertransaksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada uang tunai dan instrumen pembayaran konvensional.
Kesepakatan untuk melanjutkan persiapan implementasi layanan pembayaran QR antarnegara Indonesia–Korea Selatan mengemuka dalam High Level Meeting yang dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia dan Gubernur Bank of Korea.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menegaskan komitmen kedua bank sentral dalam merealisasikan kerja sama yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BI dan Bank of Korea pada Juli 2024.
MoU tersebut menjadi dasar hukum dan operasional bagi pengembangan interkoneksi sistem pembayaran QR antarnegara yang saat ini masih dalam tahap persiapan teknis dan koordinasi lanjutan.
Dorong Kemudahan Transaksi Lintas Negara
Implementasi pembayaran QR lintas negara diharapkan membawa manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya wisatawan dan pelaku usaha. Dengan sistem ini, pengguna tidak perlu lagi menukar uang tunai atau menggunakan kartu pembayaran internasional yang kerap disertai biaya tambahan.
Transaksi dapat dilakukan secara real-time melalui pemindaian kode QR di merchant yang telah terhubung dengan sistem pembayaran antarnegara.
Selain kemudahan, aspek efisiensi juga menjadi nilai utama dari layanan ini. Pembayaran QR antarnegara dirancang untuk mempersingkat proses transaksi dan mengurangi kompleksitas pembayaran lintas batas.
Dengan sistem yang terintegrasi, proses pembayaran menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau secara digital oleh pengguna maupun otoritas terkait.
Layanan ini juga sejalan dengan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap transaksi non-tunai.
Di kedua negara, penggunaan pembayaran digital terus mengalami pertumbuhan seiring dengan penetrasi smartphone dan meningkatnya literasi keuangan digital. Oleh karena itu, integrasi sistem pembayaran QR antarnegara dinilai relevan dengan kebutuhan dan perilaku konsumen saat ini.
Sinergi dengan Kerangka Local Currency Transaction
Pembayaran QR Indonesia–Korea Selatan tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan kerangka Local Currency Transaction (LCT) yang telah berlaku sejak September 2024.
Kerangka LCT memungkinkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, sehingga dapat mengurangi eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar valuta asing tertentu.
Melalui sinergi antara pembayaran QR dan LCT, transaksi lintas negara diharapkan menjadi lebih efisien dan ekonomis. Penggunaan mata uang lokal dapat membantu menekan biaya konversi serta meningkatkan stabilitas nilai transaksi.
Hal ini menjadi penting bagi pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, yang kerap menghadapi tantangan biaya dalam aktivitas perdagangan internasional.
Efisiensi Biaya dan Dukungan Sektor Riil
"Melalui interkoneksi sistem ini, biaya konversi valuta asing dan biaya transaksi diharapkan dapat berkurang, sehingga turut mendukung aktivitas ekonomi sektor riil seperti perdagangan, pariwisata, dan konsumsi di kedua negara," ungkap Ramdan Denny Prakoso.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa manfaat layanan pembayaran QR lintas negara tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga oleh sektor riil secara lebih luas.
Perdagangan bilateral berpotensi meningkat seiring dengan kemudahan transaksi, sementara sektor pariwisata dapat memperoleh dorongan tambahan melalui pengalaman pembayaran yang lebih praktis bagi wisatawan.
Di sisi konsumsi, kemudahan pembayaran lintas negara juga dapat mendorong belanja wisatawan asing di dalam negeri. Dengan sistem pembayaran yang familiar dan efisien, wisatawan cenderung lebih nyaman melakukan transaksi, sehingga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.
Penguatan Kerja Sama dan Perluasan Fitur
Selain mempersiapkan implementasi layanan pembayaran QR pada April 2026, BI dan Bank of Korea juga sepakat untuk melanjutkan pembahasan kerja sama guna meningkatkan pemanfaatan layanan tersebut. Salah satu fokus pembahasan adalah perluasan fitur pembayaran berbasis QR pada ekosistem pembayaran yang lebih luas.
Perluasan ini mencakup peningkatan cakupan merchant, integrasi dengan berbagai sektor layanan, serta penguatan aspek keamanan dan perlindungan konsumen. Dengan ekosistem yang semakin luas dan matang, layanan pembayaran QR antarnegara diharapkan dapat digunakan secara optimal oleh berbagai lapisan masyarakat.
Kerja sama berkelanjutan antara kedua bank sentral juga mencerminkan komitmen untuk terus menyesuaikan sistem pembayaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Pembaruan sistem, penguatan infrastruktur, serta koordinasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan implementasi layanan ini.
Langkah Strategis Menuju Ekonomi Digital Terintegrasi
Target implementasi pembayaran QR Indonesia–Korea Selatan pada April 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan integrasi sistem pembayaran di kawasan Asia. Inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarnegara dapat menjadi solusi efektif untuk menjawab tantangan transaksi lintas batas di era digital.
Dengan dukungan kebijakan, kesiapan infrastruktur, serta sinergi antara otoritas moneter, layanan pembayaran QR antarnegara diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian kedua negara.
Ke depan, kerja sama serupa juga berpotensi diperluas dengan negara lain, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem pembayaran global yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan.