pertanian

Pemkab Kediri Perkuat Pertanian Lewat Bantuan Alsintan Benih Padi Petani

Pemkab Kediri Perkuat Pertanian Lewat Bantuan Alsintan Benih Padi Petani
Pemkab Kediri Perkuat Pertanian Lewat Bantuan Alsintan Benih Padi Petani

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kediri terus menegaskan sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah. 

Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dinamika ekonomi nasional, pertanian dipandang sebagai sektor strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, menstabilkan perekonomian lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. 

Konsistensi dukungan terhadap sektor ini menjadi bukti bahwa Pemkab Kediri tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan produksi pangan. 

Melalui berbagai program pendampingan, peningkatan infrastruktur, serta penyediaan sarana produksi, pemerintah daerah berupaya memastikan aktivitas pertanian tetap berjalan optimal. 

Langkah tersebut dinilai krusial untuk mempertahankan posisi Kabupaten Kediri sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional yang selama ini dikenal produktif dan stabil.

Penyerahan Bantuan dalam Tasyakuran Swasembada Pangan

Penyerahan bantuan dilaksanakan bersamaan dengan acara tasyakuran atas capaian swasembada pangan pada 2025 yang digelar di lapangan belakang kompleks Kantor Pemkab Kediri.

Momentum tasyakuran tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyerahkan bantuan alat mesin pertanian dan benih padi kepada para petani.

 Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito secara langsung menyerahkan bantuan yang terdiri atas 34 traktor roda empat, 15 traktor roda dua, 11 unit combine harvester, enam pompa air, 11 unit handsprayer, serta 73 ton benih padi. 

Penyerahan bantuan ini menjadi simbol apresiasi pemerintah terhadap peran petani dalam menjaga ketersediaan pangan daerah. 

Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian melalui dukungan yang bersifat konkret dan berkelanjutan.

Alsintan untuk Efisiensi dan Produktivitas Petani

Penyerahan bantuan tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Kediri untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi guna mempertahankan posisi Kabupaten Kediri sebagai lumbung pangan nasional.

Pemanfaatan alat mesin pertanian modern dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, terutama dalam proses olah lahan, tanam, hingga panen. Dengan dukungan alsintan, petani dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual serta menekan biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan. 

Pemerintah daerah menilai bahwa peningkatan produktivitas tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan sarana yang memadai. Oleh karena itu, bantuan alsintan diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil panen sekaligus menjaga daya saing sektor pertanian di Kabupaten Kediri.

Komitmen Berlanjut pada Tahun 2026

"Di tahun 2026 ini, kami masih akan menyalurkan 150-190 bantuan alsintan lagi sesuai kebutuhan petani," ujar Mas Dhito.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada satu periode anggaran. Pemkab Kediri telah menyiapkan rencana lanjutan untuk menyalurkan bantuan tambahan sesuai dengan kebutuhan riil petani di lapangan. 

Sebelumnya, pada 2025, pemerintah daerah juga telah menyalurkan 17 traktor roda empat, empat traktor roda dua, serta 75 ton benih padi. Konsistensi penyaluran bantuan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kediri dalam menjaga kesinambungan sektor pertanian dan memastikan petani memiliki akses terhadap sarana produksi yang memadai.

Capaian Produksi Pertanian Kabupaten Kediri

Pada 2025, Kabupaten Kediri memiliki luas tanam padi seluas 49.743 hektar dengan jumlah produksi 307.000 ton gabah kering giling.

Selain padi, Kabupaten Kediri juga mencatatkan kinerja positif pada komoditas lain. Luas tanam jagung mencapai 55.807 hektar dengan produksi 373.000 ton jagung pipil kering. 

Sementara itu, komoditas tebu dibudidayakan di lahan seluas 20.683 hektar dengan total produksi mencapai 1.985.302 ton. Data tersebut mencerminkan potensi pertanian Kabupaten Kediri yang besar dan beragam. Pemerintah daerah menilai bahwa capaian ini harus dijaga melalui dukungan kebijakan dan program yang berkelanjutan agar kontribusi sektor pertanian tetap optimal.

Mendukung Target Swasembada Nasional

"Kabupaten Kediri bisa memberikan bantuan alsintan yang cukup banyak di tengah kondisi efisiensi anggaran karena kami bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk memenuhi target dari bapak Presiden," ucap Mas Dhito.

Melalui penyaluran bantuan alsintan dan benih padi, Pemkab Kediri berharap para petani mampu mempertahankan capaian swasembada pangan, termasuk gula, yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto. 

Pemerintah daerah menilai bahwa sinergi antara kebijakan pusat dan daerah sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keberlanjutan usaha tani.

Dorongan Regenerasi Petani Muda

"Harapan saya petani tidak lagi didominasi usia 50 tahun ke atas, tetapi 40 tahun ke bawah, dan tadi sudah terlihat embrionya," ungkap Mas Dhito.

Dalam acara tasyakuran tersebut, Bupati Kediri juga memberikan bantuan kepada delapan petani berusia di bawah 30 tahun sebagai bentuk apresiasi. Langkah ini bertujuan mendorong generasi muda untuk terlibat aktif di sektor pertanian. 

Pemerintah daerah menyadari bahwa regenerasi petani menjadi tantangan serius di masa depan. Dengan memberikan dukungan sejak dini, diharapkan sektor pertanian Kabupaten Kediri tetap berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index