Sampah Organik Jakarta Dipakai untuk Pertanian di Ciangir

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:11:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: NET)

JAKARTA - Komoditas sisa pengolahan organik asal ibukota bakal dimanfaatkan guna menopang sektor peternakan, perikanan, serta pertanian di Pusat Olah Organik (POO) Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, yang kini tengah dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan bahwa komoditas hasil pengolahan organik yang dikirimkan menuju kawasan tersebut berupa pupuk dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Jakarta.

"Yang akan dibawa ke sini nantinya adalah pupuknya, pupuk hasil dari TPS3R yang ada di Jakarta yang kemarin teman-teman juga ikut melihat salah satunya yang ada di Menteng Atas," ujar dia saat meninjau langsung lokasi tersebut, Jumat (31/7/2026).

Menurut dia, pendayagunaan sisa olahan organik tersebut merupakan bagian dari perwujudan kawasan ketahanan pangan terpadu.

"Maka dengan demikian penanganan persoalan persampahan tetap dilakukan secara menyeluruh dan tempat ini bukan tempat untuk sampah. Sekali lagi bukan tempat untuk sampah, tetapi tempat untuk ketahanan pangan yang berkaitan dengan sapi dan sebagainya yang tadi sudah saya jelaskan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi menyampaikan, POO Ciangir bakal dibangun secara berkesinambungan. Pada fase awal, fasilitas itu sanggup mengolah bahan organik hingga 50 ton per hari, yang kedepannya bakal terus ditingkatkan.

"Tapi rencananya mungkin secara bertahap menuju ke 200 ton bilamana anggaran yang ada bisa memenuhi itu. Tapi nanti akhirnya mungkin sampai 1.000 ton," urai dia.

Pada tahap pertama, pembangunan POO Ciangir mencakup biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF), budidaya ikan serta ayam, sekaligus pemanfaatan hasil olahan organik guna menyokong sektor pertanian. 

Maggot BSF difungsikan sebagai alternatif pakan ternak ikan dan ayam, sementara produk samping pengolahannya berupa kasgot diaplikasikan sebagai pupuk organik demi mendongkrak produktivitas pertanian.

Hasil budidaya beserta produk turunannya pun bakal dipasarkan sebagai wujud implementasi ekonomi sirkular di wilayah tersebut.

"Seluruh proses tersebut dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung," imbuh Dudi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan area seluas 40 hektar di Ciangir, Tangerang, Banten, guna menampung serta mengolah sampah organik. Pramono Anung menyebutkan bahwa lahan itu telah resmi dibebaskan oleh pihak Pemprov DKI.

"Ada satu terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, kami telah membebaskan lahan di Banten, di Ciangir, untuk menampung yang organik saja," terang dia usai meninjau TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Fasilitas di Ciangir berpeluang menjadi salah satu solusi alternatif dalam manajemen sampah Jakarta serta menekan volume sampah yang dibuang menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Ia membeberkan bahwa lahan yang disiapkan di Ciangir memiliki luas sekitar 40 hektar. Pramono menerangkan, lahan di Ciangir merupakan komponen dari sistem pengelolaan sampah yang memisahkan penanganan sampah organik, anorganik, produk refuse derived fuel (RDF), sampai residu.

"Ini merupakan satu bagian dari ekosistem penanganan sampah yang ada di Jakarta," pungkas dia.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:23:01 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:18:01 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:16:31 WIB