JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik di Provinsi Papua Tengah. Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau masyarakat kurang mampu yang selama ini belum menikmati sambungan listrik secara mandiri.
Perluasan Akses Melalui Program BPBL
Program BPBL yang digulirkan Kementerian ESDM bekerja sama dengan PLN menyasar lebih dari 3.500 rumah tangga tidak mampu di empat kabupaten di Papua Tengah, yakni Nabire, Deyiyai, Dogiyai, dan Paniai. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Rakhel Rumbewas, menjelaskan bahwa proses pemasangan masih terus berjalan. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar instalasi dan meteran telah terpasang dan hanya sekitar 20 persen yang masih dalam tahap penyelesaian di lapangan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemasangan sambungan baru, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya listrik, warga dapat menjalankan aktivitas ekonomi lebih produktif serta mendukung kegiatan belajar anak-anak pada malam hari.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Selain pelaksanaan BPBL, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral turut memberikan dukungan berupa bantuan kelistrikan tambahan. Bantuan tersebut berupa subsidi pembelian token listrik bagi 8.500 pelanggan dengan daya 450 VA, 900 VA, dan 1.300 VA di lima kabupaten, yaitu Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Intan Jaya.
Program bantuan token listrik ini dianggarkan sekitar Rp4 miliar pada tahun anggaran 2025 sesuai kebijakan gubernur setempat. Dukungan tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan akses energi. Tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menikmati listrik secara berkelanjutan.
Pengembangan Jaringan Listrik Perdesaan
PLN juga terus melakukan pengembangan jaringan listrik di desa-desa yang belum terjangkau layanan kelistrikan. Melalui program Penyediaan Tenaga Listrik Perdesaan (P2K), pembangunan jaringan baru dilakukan terlebih dahulu sebelum pemasangan meteran listrik ke rumah warga.
Langkah ini dinilai penting sebagai fondasi perluasan elektrifikasi di Papua Tengah. Dengan infrastruktur jaringan yang memadai, proses penyambungan listrik ke rumah tangga dapat dilakukan secara bertahap dan lebih terstruktur.
Pengembangan jaringan ini sekaligus mendukung target rasio elektrifikasi nasional yang telah mendekati 100 persen, namun masih menyisakan sejumlah wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian khusus.
Dampak Sosial dan Ekonomi Bagi Masyarakat
Hadirnya listrik di rumah-rumah warga di Papua Tengah diharapkan membawa dampak positif yang signifikan. Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, listrik juga membuka peluang usaha kecil dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Anak-anak dapat belajar dengan penerangan yang memadai, fasilitas kesehatan dapat beroperasi lebih optimal, dan masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap informasi serta teknologi digital. Semua ini menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan daerah.
Program BPBL yang dijalankan Kementerian ESDM bersama PLN menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan layanan dasar kepada masyarakat. Pemerataan akses listrik diharapkan mampu mempersempit kesenjangan pembangunan antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan warga Papua Tengah secara berkelanjutan.