JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama masa libur Lebaran Idulfitri 2026.
Skema penyaluran memang mengalami penyesuaian, tetapi distribusi kepada penerima manfaat tidak dihentikan. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan mekanisme khusus agar asupan gizi tetap terpenuhi meski memasuki periode cuti bersama dan hari raya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi. Libur panjang tidak dijadikan alasan untuk menghentikan layanan, melainkan dikelola dengan sistem distribusi berbeda yang tetap mengutamakan keamanan pangan dan kualitas nutrisi.
Skema Distribusi Sebelum Libur Dimulai
Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa pendistribusian akan dilakukan pada 17 Maret 2026, bertepatan dengan hari terakhir penyaluran reguler sebelum libur Idulfitri. Pada hari tersebut, penerima manfaat tidak hanya menerima satu paket seperti biasa, tetapi juga tambahan paket untuk beberapa hari ke depan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan mekanisme tersebut secara rinci.
"Pendistribusiannya dilakukan pada hari terakhir pendistribusian sebelumnya, yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026. Berupa satu paket kemasan makanan sehat ditambah dengan tiga paket bundling kemasan sehat untuk MBG alokasi hari Rabu, 18 Maret 2026 sampai Jumat, 20 Maret 2026," kata Dadan.
Dengan skema itu, penerima manfaat memperoleh satu paket untuk konsumsi langsung pada hari distribusi, serta tiga paket tambahan untuk kebutuhan tanggal 18 hingga 20 Maret 2026. Artinya, tidak ada jeda suplai makanan selama periode libur awal.
Konsep Bundling dan Batas Ketahanan Makanan
Dadan menjelaskan bahwa paket bundling merupakan penggabungan makanan kemasan sehat untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus. Sistem ini dirancang agar distribusi tetap efisien di tengah keterbatasan operasional selama libur.
Namun demikian, ia menekankan bahwa makanan yang diterima memiliki batas ketahanan maksimal tiga hari. Ketentuan ini penting agar mutu dan keamanan pangan tetap terjaga.
“SPPG wajib menyampaikan edukasi singkat mengenai cara penyimpanan dan konsumsi bertahap paket bundling maksimal tiga hari, serta penegasan bahwa paket adalah khusus untuk sasaran penerima manfaat MBG,” ujar Dadan.
Edukasi tersebut mencakup cara menyimpan makanan dengan benar, menjaga kebersihan, serta mengonsumsi sesuai jadwal. Penegasan bahwa paket hanya untuk penerima manfaat juga bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran.
Standar Menu dan Larangan Produk Ultra Proses
Selain mengatur mekanisme distribusi, BGN juga menetapkan standar menu yang ketat. Makanan yang dibagikan tidak menggunakan produk pabrikan ultra processed food (UPF). Prinsip ini menegaskan komitmen program terhadap kualitas gizi yang lebih alami dan minim proses berlebih.
Dalam penetapan menu, tidak disarankan menyajikan makanan yang cepat basi, bercita rasa pedas, maupun yang berpotensi menimbulkan kejadian keamanan pangan. Hal ini karena paket harus dapat dikonsumsi bertahap hingga tiga hari.
“Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat,"katanya.
Pilihan tersebut mempertimbangkan daya tahan dan keamanan. Telur asin, abon, dan dendeng kering dikenal memiliki masa simpan lebih panjang dibanding makanan basah. Buah dan makanan khas lokal dipilih yang relatif stabil serta aman dikonsumsi dalam periode yang ditentukan.
Standar gizi tetap disesuaikan dengan kelompok usia penerima manfaat. Artinya, komposisi makanan tidak disamaratakan, tetapi mempertimbangkan kebutuhan nutrisi masing-masing kelompok.
Dasar Regulasi dan Pelaksanaan Selama Idulfitri
Kebijakan ini telah diatur dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026. Aturan tersebut menjadi pedoman resmi pelaksanaan Program MBG selama masa libur Idulfitri dan cuti bersama 1447 Hijriah.
Dengan adanya surat edaran, pelaksanaan di lapangan memiliki dasar hukum jelas. Mekanisme bundling, jadwal distribusi, batas konsumsi, hingga standar menu dirancang untuk menjaga konsistensi layanan.
Langkah ini menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dirancang adaptif terhadap kalender nasional. Periode libur panjang tetap diantisipasi tanpa mengorbankan hak penerima manfaat.
Secara keseluruhan, skema tiga paket bundling menjadi solusi agar asupan gizi tetap terjaga selama Lebaran. Penekanan pada edukasi penyimpanan, larangan penggunaan UPF, serta pemilihan menu tahan simpan menjadi elemen penting dalam pelaksanaannya.
Dengan kebijakan tersebut, BGN memastikan distribusi makanan sehat tetap berjalan efektif, aman, dan sesuai standar. Program MBG tidak berhenti saat libur, melainkan menyesuaikan mekanisme agar tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Keberlanjutan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga pemenuhan gizi masyarakat, bahkan di tengah momentum hari raya.
Libur Lebaran 2026 pun dihadapi dengan sistem distribusi yang lebih terencana, tanpa mengurangi kualitas layanan maupun keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.