JAKARTA - Pemerintah menilai tantangan terbesar sektor perumahan nasional saat ini bukan hanya soal jumlah rumah, tetapi ketidaksesuaian antara pasokan hunian dan kebutuhan masyarakat. Kondisi inilah yang disebut sebagai mismatch antara supply dan demand — di mana rumah yang tersedia belum mencerminkan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat luas dalam hal harga, lokasi, dan jenis hunian. Masalah ini menjadi PR besar bagi pengambil kebijakan, pelaku industri, hingga para inovator yang terlibat dalam ekosistem perumahan.
Untuk menjawab itu, diperlukan langkah yang tidak sekedar memperbanyak unit rumah, tetapi juga penciptaan solusi inovatif yang mampu menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan produk perumahan yang dihasilkan.
BTN Housingpreneur 2025: Arena Kreasi Solusi Perumahan
Kebutuhan inovasi tersebut muncul sebagai latar belakang penyelenggaraan BTN Housingpreneur 2025, sebuah kompetisi pencarian ide kreatif di sektor perumahan yang digelar bersamaan dengan penutupan BTN Expo 2026 di JICC Senayan pada 31 Januari 2026. Acara ini dirancang menjadi ruang strategis bagi ide-ide baru dan terobosan yang berpotensi mengubah arah penyediaan hunian nasional.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menegaskan bahwa ajang ini sejalan dengan komitmen pemerintah memacu inovasi dalam mengatasi persoalan perumahan. Ia menyebut bahwa sektor ini membutuhkan lebih banyak solusi kreatif untuk menjawab permasalahan yang terus ada.
Menurutnya, kompetisi ini tak hanya soal hadiah — tetapi membuka peluang untuk mengembangkan kapasitas inovator dalam memecahkan masalah nyata di sektor perumahan Indonesia.
Antusiasme Inovator Muda & Seleksi Ketat
Respon terhadap kompetisi ini tergolong tinggi: total 1.170 karya masuk sejak pendaftaran dibuka Oktober 2025, namun setelah melalui seleksi ketat, hanya 58 inovator terpilih yang akhirnya menerima penghargaan.
Para peserta terdiri dari berbagai kalangan, termasuk startup yang mengedepankan pemanfaatan teknologi dan ide kreatif untuk memperluas akses kepada hunian layak. Tujuan kompetisi ini adalah memberi ruang bagi para inovator agar ide-idennya terlihat lebih luas oleh masyarakat dan bisa diterapkan secara efektif di lapangan.
Menyoroti Inovasi Produk dan Teknologi Perumahan
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa inovasi produk dan teknologi saat ini terus berkembang di sektor perumahan. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana menjadikan inovasi tersebut dikenal luas dan dimanfaatkan secara efektif oleh publik.
Menurut Napitupulu, inovasi tidak hanya berarti penemuan baru, tetapi juga penerapan ide kreatif yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan perumahan. Komunitas startup dan pelaku industri lain diharapkan dapat berperan aktif dalam proses ini.
Inspirasi dari Pemenang: Studi Kasus MGK Serang
Salah satu contoh inovasi yang berhasil mendapatkan perhatian pada BTN Housingpreneur 2025 adalah proyek hunian terjangkau dari PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Realty). Perusahaan ini membawa pulang penghargaan utama dalam kategori Affordable House Development (Established Business) melalui proyek Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) di Serang, Banten.
Proyek ini memadukan sejumlah elemen inovatif, termasuk aspek desain yang mendukung sirkulasi udara alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengintegrasian energi terbarukan dan solusi efisiensi energi seperti panel surya dan bio-septic tank.
Selain itu, hunian ini juga mendapat sertifikat Bangunan Gedung Hijau predikat UTAMA pada tahap perencanaan dan konstruksi — sebuah pengakuan atas kesesuaian desain terhadap prinsip bangunan berkelanjutan. Ruang terbuka hijau yang luas serta keberadaan dua danau resapan besar menjadi aspek penting lain yang dinilai dalam penilaian proyek ini.
Menurut pihak pengembang, penghargaan ini tidak hanya sebagai apresiasi, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus memberikan nilai tambah kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan hunian yang terjangkau namun tetap berkualitas.
Mendorong Masa Depan Perumahan Lewat Inovasi
Peristiwa di ajang BTN Housingpreneur 2025 mencerminkan bahwa upaya mengatasi mismatch dalam sektor perumahan bukan hanya tugas pemerintah semata. Kolaborasi antara pembuat kebijakan, industri, serta inovator muda menjadi kunci penting untuk menciptakan solusi praktis dan berdampak nyata.
Inovasi yang berkembang, jika diberikan ruang dan dukungan yang tepat, berpotensi besar untuk menjawab berbagai persoalan dalam penyediaan rumah layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.