Apakah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air? Ini Kata Ahli

Apakah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air? Ini Kata Ahli
Apakah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air? Ini Kata Ahli [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebagian besar individu mengawali rutinitas harian mereka dengan menikmati secangkir teh hangat. Disamping menawarkan sensasi relaksasi, teh juga kerap diandalkan guna mencukupi kuota cairan tubuh setiap harinya.

Kendati demikian, masih beredar persepsi di tengah masyarakat bahwa kandungan kafein di dalam teh justru memicu tubuh kehilangan cairan lebih banyak ketimbang mengonsumsi air putih biasa. Lantas, sejauh mana efektivitas teh dalam menghidrasi tubuh?

Teh dapat menghidrasi tubuh hampir sama seperti air putih

Pakar nutrisi Lauren Manaker, M.S., R.D.N. menerangkan bahwa anggapan mengenai teh yang memicu dehidrasi keliru besar dan cenderung sebatas mitos belaka.

Ia merujuk pada temuan riset ilmiah yang membandingkan dampak konsumsi teh hitam dengan air putih, di mana hasilnya menunjukkan kedua jenis minuman tersebut menawarkan tingkat hidrasi yang sebanding.

"Dalam jumlah yang diteliti, teh hitam menghidrasi tubuh sama baiknya dengan air putih," ujar Manaker, Jumat (31/7/2026).

Pernyataan serupa disampaikan oleh ahli gizi Jessica Clancy-Strawn, M.A., R.D.N. yang menyebutkan bahwa kandungan zat kafein pada teh memang mempunyai karakteristik diuretik. Kendati demikian, daya dorong efek tersebut terbilang sangat kecil sehingga tidak sampai menurunkan kadar hidrasi secara signifikan selagi dikonsumsi dalam batasan wajar.

Kandungan kafein tidak serta-merta membuat tubuh kekurangan cairan

Unsur kafein kerap diidentikkan dengan stimulan yang memicu volume buang air kecil meningkat, membuat banyak orang menghindari teh saat berupaya menjaga kadar cairan tubuh.

Walau begitu, Clancy-Strawn menguraikan bahwa dampak diuretik tersebut baru akan terlihat nyata apabila takaran asupan kafein harian melonjak sangat tinggi.

Ia pun menambahkan bahwa varian teh manis tetap efektif membantu memenuhi pasokan cairan tubuh. Meskipun komponen gula berpotensi mengerek fluktuasi glukosa darah sesaat, situasi tersebut sama sekali tidak menghambat mekanisme hidrasi alami tubuh.

Di samping memulihkan cairan yang susut, teh turut menyimpan berbagai zat bioaktif seperti polifenol yang berfungsi ganda sebagai agen antioksidan kuat.

Dengan demikian, meminum secangkir teh bukan sekadar solusi memenuhi kebutuhan cairan, melainkan turut menyumbang nilai tambah bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Teh herbal menjadi pilihan paling optimal untuk hidrasi

Meskipun hampir seluruh varian teh ampuh membantu proses rehidrasi tubuh, ragam teh herbal bebas kafein dikategorikan sedikit lebih unggul.

Pakar nutrisi Angel Luk, R.D. mengemukakan bahwa jenis teh seperti peppermint dan chamomile secara teknis memberikan efek hidrasi yang lebih optimal karena sama sekali tidak mengandung kafein.

"Secara teknis, teh bebas kafein seperti peppermint dan chamomile lebih menghidrasi dibandingkan teh berkafein. Namun, perbedaannya relatif kecil karena efek diuretik kafein pada teh juga sangat ringan," kata Luk.

Clancy-Strawn melengkapi penjelasan bahwa jenis teh herbal lain seperti mint, chamomile, rooibos, hibiscus, dan jahe mampu menghidrasi tubuh setara air putih lantaran absennya zat berdaya diuretik.

Bahkan, beberapa varian teh herbal diketahui secara alami membawa kandungan elektrolit yang berguna mempertahankan stabilitas keseimbangan cairan tubuh, khususnya usai seseorang merampungkan aktivitas fisik.

Tetap batasi konsumsi teh agar manfaatnya optimal

Walaupun aman dikonsumsi harian, para pakar merekomendasikan agar teh tidak diposisikan sebagai satu-satunya tumpuan sumber cairan utama tubuh.

Manaker memaparkan bahwa batas konsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh per hari umumnya masih tergolong aman serta tetap mendatangkan khasiat positif bagi kesehatan.

Meski demikian, konsumsi secara berlebihan berisiko memicu gangguan pada sistem pencernaan, menaikkan tingkat sensitivitas tubuh terhadap kafein, hingga merintih penyerapan mineral tertentu akibat keberadaan senyawa tanin di dalam teh.

Oleh sebab itu, air putih senantiasa diposisikan sebagai asupan primer guna menuntaskan kebutuhan cairan harian. Sementara itu, teh dapat difungsikan sebagai menu pendamping yang efektif menjaga hidrasi sekaligus memperkaya asupan nutrisi penunjang kesehatan apabila dikonsumsi secara bijaksana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index