Jejak Spiritual Surya Firmansyah: 249 Masjid Nusantara Sambut Ramadan 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 11:01:05 WIB
Jejak Spiritual Surya Firmansyah: 249 Masjid Nusantara Sambut Ramadan 2026

JAKARTA - Surya Firmansyah (50), pria asal Bekasi, Jawa Barat, tidak memilih cara biasa menyambut bulan suci Ramadan 2026. Ketika banyak orang menyiapkan rumah dan hati dengan tradisi klasik, Surya justru memutar kunci mobilnya sebelum langit sepenuhnya terang untuk menempuh perjalanan panjang menjelajahi masjid-masjid agung di seluruh Nusantara. Perjalanan ini bukan sekadar road trip biasa, melainkan upaya personal memaknai Ramadan lewat jejak spiritual yang membentang dari barat ke timur Indonesia.

Perjalanan yang Dimulai dari Bekasi

Sejak awal Desember 2025, Surya bersama istrinya telah mengunjungi total 249 masjid di 15 provinsi dan 134 kota di Indonesia, dengan tujuan lebih dari sekadar mengambil foto atau mengumpulkan cerita. Mereka membawa kamera dan catatan kecil untuk mendokumentasikan setiap tempat ibadah yang singgahi, dari Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Rute ini menunjukkan Indonesia sebagai negeri dengan ragam masjid yang memiliki karakter berbeda namun mengusung tujuan yang sama—tempat pertemuan umat dalam ibadah dan kebersamaan.

Menurut Surya, masjid bukan hanya sekadar bangunan fisik. Bagi dirinya, rumah ibadah itu adalah pusat peradaban, tempat bertemunya sejarah, budaya, dan nilai-nilai keagamaan yang mengikat umat Islam di seluruh wilayah Nusantara. “Alhamdulillah tidak terasa sudah di 15 provinsi mengelilingi masjid-masjid agung yang ada di Indonesia dan akan terus berlanjut di Ramadan ini,” ujarnya saat singgah di salah satu masjid agung awal Maret 2026.

Makna Ibadah di Setiap Singgah

Surya mengungkapkan bahwa dirinya ingin mengenali lebih jauh rumah-rumah Allah di berbagai daerah, merasakan suasana ibadah yang berbeda ketika jamaah memenuhi masjid untuk tarawih dan itikaf, serta melihat bagaimana komunitas di tiap kota memaknai Ramadan. Perjalanan lintas provinsi ini, menurutnya, membuka wawasan sekaligus menguatkan hubungan spiritual di masa menuju Ramadan.

Dengan dana pribadi, Surya dan istrinya terus melanjutkan perjalanan ini, berhenti di satu masjid dulu sebelum kemudian melaju ke kota berikutnya. Ada masjid yang berdiri megah di tengah kota, ada pula yang terletak di kawasan pesisir laut dengan pemandangan yang tenang dan sunyi. Keistimewaan tiap tempat ibadah yang dikunjungi itulah yang memberi warna berbeda bagi setiap langkah perjalanan mereka.

Keberagaman Arsitektur dan Cerita di Balik Masjid Nusantara

Indonesia memiliki beragam jenis masjid yang mencerminkan sejarah serta budaya setempat. Berdasarkan catatan Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, mayoritas masjid di Indonesia adalah masjid jami yang berfungsi sebagai pusat ibadah utama masyarakat, dengan jumlah mencapai ratusan ribu unit. Di samping itu, terdapat ribuan masjid besar dan bersejarah yang terus dipelihara keberadaannya.

Dalam jejak perjalanannya, Surya mencatat banyak masjid yang menyimpan cerita tersendiri. Misalnya, Masjid Terapung B.J. Habibie yang berdiri megah di atas laut, menghadirkan suasana ibadah yang damai di tengah hamparan air. Masjid Raya Bandung dan Masjid Al-Jabbar di Jawa Barat juga menjadi salah satu tempat yang membuatnya terkesan karena arsitektur dan sejarahnya. Begitu pula dengan Masjid Sunan Ampel, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, dan Masjid Istiqlal yang menjadi simbol persatuan umat Islam di Indonesia.

Setiap masjid yang disinggahi mengajarkan Surya sesuatu yang baru: dari cara masyarakat setempat melaksanakan ibadah hingga bagaimana peran masjid dalam mempererat tali ukhuwah antarwarga. “Hampir semuanya bagus dengan keunikannya masing-masing,” tuturnya ketika diminta memilih masjid yang paling berkesan dalam perjalanan spiritualnya.

Ramadan Sebagai Momentum Lahir dan Batin

Bagi Surya, perjalanan ini juga menyatukan dua dimensi penting dalam kehidupan: fisik dan spiritual. Ramadan tidak lagi sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi kesempatan untuk merasakan dan menghargai kebersamaan umat Islam di berbagai daerah. Ia percaya setiap adzan yang terdengar di masjid yang berbeda-beda itu menyatukan umat dalam satu tujuan yang sama—mendekat kepada Allah dari rumah-Nya yang tersebar di seluruh Nusantara.

Dengan sisa wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua yang belum ia kunjungi, Surya bertekad melanjutkan perjalanan itu. Selama kesehatan dan rizki masih mendukung, langkahnya akan terus berlanjut, mengejar adzan demi adzan di setiap sudut Indonesia.

Terkini