JAKARTA — Di tengah percepatan tren elektrifikasi otomotif di Indonesia, Massiv—merek aki yang sudah dikenal luas di pasar domestik—meluncurkan sebuah produk baru yang disebut Massiv Thunder EV. Ini bukan sekadar aki biasa; produk ini ditujukan khusus untuk kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), sebuah pendekatan yang dianggap penting oleh banyak pakar industri otomotif belakangan ini.
Peran Aki 12V dalam Mobil Listrik yang Sering Terabaikan
Meskipun baterai utama mobil listrik bertegangan tinggi sering menjadi sorotan, keberadaan aki 12 volt nyatanya tetap krusial dalam menunjang fungsi berbagai sistem elektrikal harian. Aki ini menyediakan daya untuk komponen seperti lampu, speaker, sistem infotainment, sensor, hingga modul keselamatan—semua hal yang membuat BEV dapat berfungsi sebagaimana mestinya di jalan raya.
Namun, aki 12 V yang selama ini digunakan pada mobil listrik umumnya masih berupa aki konvensional yang disesuaikan dari desain kendaraan pembakaran internal. Massiv melihat celah ini sebagai peluang untuk menghadirkan teknologi aki yang benar-benar dirancang untuk karakter kelistrikan BEV.
Direktur PT Wacana Prima Sentosa, Austin Wanandi, menegaskan bahwa pengembangan ini bukan sekadar mengadaptasi produk lama menjadi baru, tetapi merancang komponen yang benar-benar mengikuti kebutuhan BEV. “Aki ini tidak lagi difokuskan pada fungsi starter mesin, melainkan pada kestabilan suplai daya untuk sistem elektronik kendaraan,” ujarnya saat peluncuran di Jakarta Selatan.
Teknologi Stabil-Tegangan untuk Efisiensi Sistem Elektrik
Salah satu nilai jual utama dari Massiv Thunder EV adalah kemampuan untuk mempertahankan tegangan listrik yang stabil, meskipun sumber energi utama kendaraan bekerja pada level tegangan yang jauh lebih tinggi. Teknologi ini penting karena fluktuasi arus dari baterai utama bertegangan tinggi bisa membuat sistem kelistrikan bertegangan rendah menjadi tidak optimal atau bahkan berisiko rusak.
Teknologi khusus yang dipakai dalam aki ini dirancang agar tegangan yang dihasilkan tetap konstan, membantu berbagai modul elektronik bekerja dalam kondisi optimal serta aman dari lonjakan listrik. Hal ini tentunya berpengaruh langsung terhadap efisiensi energi keseluruhan kendaraan, karena Vehicle Power Control Unit dapat mengatur distribusi daya dengan lebih efektif.
Selain itu, menurut Gede Oka Yunihartawan, Direktur Operasional PT Trimitra Baterai Prakasa—pabrikan dari aki Massiv—komponen material baterai telah disempurnakan dengan konduktor berdaya hantar tinggi dan kapasitas besar, sehingga memberi kinerja yang lebih tahan lama dan aman untuk penggunaan jangka panjang pada kendaraan listrik.
Keunggulan Performa dan Konsep Maintenance Free
Secara performa, Massiv Thunder EV diklaim mampu memberi kinerja yang lebih unggul dibanding aki konvensional. Dalam pengujian internal, aki ini menunjukkan stabilitas arus yang konsisten, bahkan pada pengujian Depth of Discharge (DoD). Hasilnya, performa aki ini diklaim dua kali lebih baik dengan efisiensi hingga 20 % lebih optimal dibanding aki standar.
Selain itu, aki ini juga tetap bekerja optimal pada kondisi ekstrem, baik pada suhu tinggi maupun rendah—suatu nilai tambah besar untuk pasar Indonesia yang memiliki iklim tropis.
Dari sisi perawatan, produk ini mengusung konsep Maintenance Free (MF), yang berarti pengguna tidak perlu melakukan perawatan rutin seperti pengisian air aki atau inspeksi berkala yang sering merepotkan. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi pengguna BEV yang sudah memiliki kompleksitas perawatan baterai utama sendiri.
Massiv juga memposisikan harga produk ini pada kisaran yang tetap rasional, sehingga walaupun dirancang khusus untuk teknologi BEV, produk ini diklaim tetap terjangkau oleh konsumen Indonesia tanpa membebani biaya pemakaian sehari-hari.
Empat Varian untuk Menjangkau Beragam Model EV
Untuk memastikan massanya relevan dengan populasi kendaraan listrik yang tersebar di Indonesia, Massiv Thunder EV ditawarkan dalam empat varian berbeda. Keempat varian ini dirancang agar kompatibel dengan sekitar 80 % mobil listrik yang masih menggunakan aki 12 V konvensional di Indonesia.
Varian-varian tersebut mencakup seri seperti B20AEV-38, B24AEV-46, D44AEV-50, dan CMF60AEV-65—masing-masing dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik sistem kelistrikan dari model BEV tertentu.
Dengan empat pilihan ini, Massiv berharap konsumen BEV dapat menemukan solusi aki yang tidak hanya kompatibel, tetapi juga memberi pengalaman berkendara listrik yang lebih aman, nyaman, dan efisien dalam berbagai kondisi.
Menjadi Bagian dari Dorongan Ekosistem Elektrifikasi Nasional
Peluncuran Massiv Thunder EV bukan hanya sekadar langkah komersial, tetapi juga bagian dari strategi lebih luas dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan hadirnya komponen yang benar-benar disesuaikan untuk BEV, hambatan adopsi teknologi ini—terutama terkait dengan komponen pendukung—diharapkan dapat berkurang.
Ke depannya, produk seperti ini tidak hanya memperkaya pilihan teknis bagi pemilik BEV, tetapi juga memberi sinyal bahwa industri komponen otomotif nasional sudah mulai bergerak menyesuaikan dengan tren global elektrifikasi kendaraan.