Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Huntara Pidie Jaya, Pastikan Fasilitas Memadai

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:52:39 WIB
Kasatgas Tito Karnavian Tinjau Huntara Pidie Jaya, Pastikan Fasilitas Memadai

JAKARTA - Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, melakukan peninjauan terhadap hunian sementara (huntara).

Dalam kunjungannya, Tito didampingi oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas dan sarana yang disediakan di huntara sudah layak dan mencukupi untuk mendukung kehidupan pengungsi setelah bencana.

Tito Karnavian bersama rombongan menyusuri area huntara yang terletak di kawasan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Pidie Jaya. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, ada 162 unit huntara dari Danantara yang telah dibangun untuk menampung para pengungsi. 

Setiap unit huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting, termasuk area bermain anak-anak, toilet yang terpisah untuk wanita dan pria, serta kamar mandi dengan sanitasi yang memadai.

"Saya sudah melihat langsung kondisi huntara ini, dan saya rasa sangat layak. Ada tempat bermain untuk anak-anak, toilet wanita dan pria dipisahkan, dan di setiap kamar terdapat dua ranjang, lemari plastik, kipas angin, serta suasana yang nyaman," kata Tito Karnavian. 

Kunjungan ini juga dimanfaatkan oleh Tito untuk berinteraksi dengan beberapa pengungsi yang tinggal di huntara tersebut. Sebagian besar dari mereka mengaku merasa betah tinggal di sana karena fasilitas yang tersedia cukup lengkap dan kondisi hunian yang nyaman.

Fasilitas Huntara Dilengkapi dengan Berbagai Kebutuhan Dasar

Selain Danantara, Tito juga menyebutkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut berkontribusi dalam pembangunan huntara dengan membangun sekitar 100 unit huntara lainnya di depan Gedung MTQ Pidie Jaya. 

Huntara-huntara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau bahkan hilang akibat bencana. "Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat, terutama mereka yang rumahnya rusak berat atau hilang," ujar Tito. 

Keberadaan huntara ini menjadi solusi sementara yang cukup efektif untuk mengakomodasi kebutuhan dasar para pengungsi hingga mereka bisa kembali ke tempat tinggal yang lebih permanen.

Tito juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun huntara ini. Menurutnya, sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pemulihan bagi masyarakat Pidie Jaya.

 Tito menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pidie Jaya, Wakil Gubernur Aceh, serta Danantara yang telah menyiapkan hunian sementara tersebut dengan sangat baik. "Kerja sama ini sangat bagus, dan saya optimistis kolaborasi ini bisa memulihkan kehidupan masyarakat Pidie Jaya dengan lebih cepat," tambahnya.

Keterlibatan Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Sektor

Tito juga mengungkapkan rasa bangga terhadap kerja keras yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerah bersama dengan organisasi seperti Danantara dan BNPB dalam memastikan kelancaran pembangunan huntara bagi para pengungsi. 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang terdampak bencana. 

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala BNPB Suharyanto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, serta seluruh pihak yang terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini.

"Berkat kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, BNPB, dan pemerintah daerah, pembangunan huntara ini berjalan lancar. Kami berharap bahwa proses pemulihan kehidupan masyarakat Pidie Jaya bisa segera berjalan menuju normal," kata Tito. 

Ia pun berharap masyarakat yang terdampak dapat segera kembali melanjutkan aktivitas mereka dalam kondisi yang lebih baik.

Tinjauan Lanjutan dan Progres Pembangunan Huntara

Peninjauan oleh Tito Karnavian ini merupakan bagian dari rangkaian agenda untuk memantau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. 

Kegiatan ini mencakup evaluasi terhadap berbagai aspek yang melibatkan pemulihan infrastruktur, hunian sementara, serta penyediaan layanan dasar seperti air bersih, sanitasi, dan fasilitas kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menyoroti pentingnya penyelesaian proyek pembangunan huntara ini tepat waktu, terutama mengingat musim Ramadan yang akan segera tiba. 

Pemerintah menargetkan pembangunan huntara di Pidie Jaya bisa rampung sebelum bulan suci Ramadan, agar masyarakat yang terdampak bencana dapat merasakan kehidupan yang lebih layak dan nyaman selama menjalani ibadah puasa.

Progres Rehabilitasi Pascabencana di Pidie Jaya

Pembangunan huntara bukan satu-satunya fokus dalam proses rehabilitasi di Pidie Jaya. Selain hunian sementara, pemerintah juga bekerja keras untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana. 

Pekerjaan ini meliputi perbaikan jalan, jembatan, serta fasilitas publik yang sebelumnya terhenti akibat dampak bencana. Tito berharap semua ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak, dengan tujuan untuk mempercepat proses pemulihan.

"Progres pembangunan sangat menggembirakan. Kami berharap dengan kerja sama yang terus berlangsung, masyarakat dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala," ujar Tito menutup keterangannya.

Tinjauan yang dilakukan oleh Tito Karnavian di Pidie Jaya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa pengungsi yang terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak dan fasilitas yang memadai. 

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama dengan baik dalam menangani pascabencana.

Dengan adanya huntara yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting, masyarakat Pidie Jaya dapat lebih mudah beradaptasi dan memulai kehidupan baru yang lebih baik pasca-bencana.

Terkini