JAKARTA - Pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan yang cukup signifikan.
Penurunan IHSG tersebut berakhir di level 9.010,33, turun 1,36% dari penutupan sebelumnya. Walaupun sempat berada di zona hijau pada awal perdagangan dengan level tertinggi mencapai 9.105,23, IHSG akhirnya berakhir dengan penurunan yang cukup tajam, bahkan hampir menyentuh level terendahnya yaitu 8.977,68.
Pelemahan yang terjadi pada IHSG didorong oleh sektor-sektor utama yang mengalami penurunan cukup tajam. Saham-saham di sektor perindustrian, properti, dan transportasi tercatat sebagai penyumbang terbesar penurunan IHSG.
Sektor perindustrian tercatat melemah 6,33%, diikuti oleh sektor properti yang turun 3,44%, serta sektor transportasi yang mengalami penurunan 3,03%.
Volume perdagangan yang didominasi oleh tekanan jual juga mencatatkan nilai transaksi total yang cukup besar, yakni mencapai Rp 34,23 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 4,03 juta kali.
Meski IHSG ditutup di zona merah, ada beberapa saham yang berpotensi menjadi pilihan menarik untuk hari ini. Saham-saham tersebut dapat dipertimbangkan bagi investor yang ingin melanjutkan tren bullish meskipun pasar secara keseluruhan tengah mengalami koreksi.
Beberapa saham pilihan dari berbagai broker terkemuka telah diidentifikasi dan patut dicermati lebih lanjut.
Berdasarkan data yang dihimpun, rekomendasi saham dari beberapa broker yang dapat menjadi acuan bagi para investor pada perdagangan hari Kamis, 22 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham ANTM, PSKT, EMTK.
BNI Sekuritas merekomendasikan saham NCKL, MDKA, MBMA, VKTR, EMTK, dan CPIN.
Phillip Sekuritas memilih saham EMAS, EMTK untuk dipantau.
MNC Sekuritas memberikan pilihan pada saham ENRG, IMPC, MBMA, dan BMRI.
CGS International Sekuritas mengusulkan saham NCKL, INCO, MBMA, ANTM, MDKA, serta MYOR.
Phintraco Sekuritas menganalisis saham INCO, MEDC, EXCL, BRIS, dan HRUM.
Panin Sekuritas merekomendasikan saham ERAA, MEDC, dan PSAB.
Mirae Asset Sekuritas memilih saham BBNI, ENRG, dan IMPC.
Semesta Indovest Sekuritas memberikan saran untuk saham INET, RAJA, INCO, BBNI, dan BULL.
Melihat rekomendasi tersebut, investor dapat mencermati saham-saham yang cenderung mengalami pergerakan positif meskipun kondisi pasar sedang berada di zona merah.
Pilihan saham yang dianjurkan oleh berbagai broker ini merupakan saham yang berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang bagi investor yang berani mengambil posisi dalam kondisi pasar yang cenderung volatile.
Pergerakan Sektor di IHSG
Seperti yang disebutkan sebelumnya, beberapa sektor mengalami penurunan signifikan pada perdagangan kemarin. Sebagai contoh, sektor perindustrian yang menyumbang pelemahan terbesar dengan penurunan hingga 6,33%.
Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi investor, karena sektor ini sering kali menjadi indikator penting terhadap perekonomian domestik.
Pada sisi lain, sektor perbankan dan saham-saham yang berkaitan dengan komoditas atau energi tetap menjadi perhatian bagi sebagian investor yang berfokus pada potensi jangka panjang.
Sektor perbankan, meskipun belum sepenuhnya terbebas dari tekanan jual, memiliki potensi untuk pulih dalam waktu dekat, mengingat suku bunga acuan yang relatif stabil.
Menilai Risiko dan Potensi Saham
Penting untuk diingat bahwa meskipun ada banyak saham dengan potensi naik, pergerakan harga saham selalu membawa risiko. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi investor untuk tidak hanya bergantung pada rekomendasi, tetapi juga untuk melakukan analisis lebih dalam mengenai performa perusahaan dan sektor yang terkait.
Menilai kinerja kuartalan perusahaan, melakukan analisis fundamental yang kuat, dan memantau faktor-faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi makro sangat penting dalam memutuskan apakah sebuah saham layak untuk dibeli atau dijual.
Investor yang bijak juga harus mempertimbangkan kondisi pasar secara keseluruhan dan membuat keputusan berdasarkan rencana investasi yang telah disusun sebelumnya.
Jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan fluktuasi harga saham dalam jangka pendek. Mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi adalah langkah yang sangat disarankan untuk mengurangi potensi kerugian dalam pasar yang bergejolak.
Saham Sektor Energi dan Komoditas
Sektor energi dan komoditas selalu menjadi sektor yang menarik perhatian investor, terutama saat kondisi pasar cenderung berfluktuasi.
Saham-saham di sektor ini cenderung lebih tahan terhadap gejolak pasar karena mereka didorong oleh kebutuhan energi yang terus meningkat.
Investor yang fokus pada saham-saham energi bisa memanfaatkan peluang ini untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di sektor energi, baik yang terbarukan maupun yang konvensional.
Potensi Saham di Sektor Teknologi
Sektor teknologi juga tetap menjadi sektor yang menarik, meskipun terpengaruh oleh fluktuasi global. Saham-saham yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, e-commerce, dan digitalisasi terus menunjukkan potensi meskipun terjadi koreksi jangka pendek.
Investor dapat melihat sektor ini sebagai peluang jangka panjang, mengingat kebutuhan digital yang semakin tinggi di seluruh dunia.
Pada perdagangan hari Kamis, 22 Januari 2026, meskipun IHSG ditutup di zona merah pada sesi sebelumnya, sejumlah saham tetap menarik untuk dipertimbangkan bagi investor yang ingin melanjutkan tren positif dan bullish.
Pemilihan saham berdasarkan rekomendasi dari berbagai broker dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai saham-saham yang layak diperhatikan untuk portofolio investasi.
Jangan lupa untuk selalu melakukan analisis lanjutan dan mempertimbangkan faktor risiko dalam setiap keputusan investasi yang Anda buat.