Raup Rp1,87 Miliar, Kemendag Genjot Ekspor ke Chile

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:01:01 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) lewat Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Chile menyelenggarakan penjajakan bisnis (business matching) dan berhasil mengamankan potensi transaksi senilai 104 ribu dolar AS atau setara Rp1,87 miliar.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyebutkan komoditas Indonesia yang mempunyai peluang ekspor tersebut mencakup kopi, minyak kelapa sawit beserta produk turunannya, serta popok dewasa (adult diapers).

"Business matching menjadi salah satu strategi penting untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial di luar negeri sekaligus membuka peluang ekspor nonmigas ke pasar global. Kami terus mendorong pelaku usaha untuk mengikuti business matching dan menjadi eksportir," kata Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Wakil Kepala ITPC Santiago Tesa Listva Kusumawardani menyampaikan bahwa rangkaian penjajakan bisnis tersebut diselenggarakan secara daring pada rentang 23 sampai 30 Juni 2026.

Perolehan potensi transaksi tertinggi disumbangkan oleh produk minyak kelapa sawit beserta turunannya senilai 46.000 dolar AS, disusul produk kopi senilai 28.000 dolar AS, serta produk popok dewasa sebesar 30.000 dolar AS.

"Rencana pembelian awal dari masing-masing buyer akan menjadi tahap evaluasi terhadap kualitas produk, harga, kapasitas pasok, serta respons pasar sebelum meningkatkan volume pembelian pada tahap berikutnya," ujar Tesa.

Tesa mengutarakan bahwa minat pembeli asal Chile terhadap produk asal Indonesia memperlihatkan tren peningkatan, baik mencakup produk makanan olahan, bahan baku industri pangan, hingga produk perawatan tubuh (personal care).

Situasi tersebut mencerminkan semakin terbukanya kesempatan diversifikasi pengapalan barang luar negeri Indonesia menuju Chile. Berdasarkan penjelasan Tesa, ITPC Santiago siap mengawasi jalannya komunikasi di antara eksportir nasional dan pembeli di Cili demi mempercepat terwujudnya transaksi.

Merujuk pada data resmi Kemendag, sepanjang kurun waktu Januari hingga Mei 2026, nilai keseluruhan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Chile menyentuh angka 226,20 juta dolar AS, yang mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen apabila disandingkan dengan kurun waktu serupa pada tahun 2025.

Pengapalan produk Indonesia ke Chile tercatat sebesar 179,10 juta dolar AS, sementara angka pembelian barang dari Chile oleh Indonesia berada pada posisi 47,10 juta dolar AS.

Sepanjang tahun 2025, total perdagangan Indonesia dengan Chile mencapai 535,50 juta dolar AS. Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 347,50 juta dolar AS, dengan nilai ekspor ke Chile mencapai 441,50 juta dolar AS dan impor dari Chile sebesar 94,00 juta dolar AS.

Komoditas ekspor Indonesia ke Chile pada tahun 2025 didominasi oleh kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin-mesin atau pesawat mekanik, serta kertas dan karton.

Tags

Terkini

Defisit Migas Jadi Biang Kerok Neraca Perdagangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:15:01 WIB

NTP Juli 2026 Naik 0,15% ke Angka 127,84

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:07:31 WIB

Harga Beras Premium & Medium Naik Juli 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:06:01 WIB

PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Jakarta-Tangsel

Senin, 03 Agustus 2026 | 04:04:02 WIB