Saka Energi Bor Sumur Migas di WK Pekawai

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:48:01 WIB
PT Saka Energi Indonesia sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina sekaligus anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina sekaligus anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kegiatan eksplorasi demi menemukan cadangan migas baru guna mendukung ketahanan energi nasional.

Sebagai perwujudan komitmen tersebut, perusahaan merencanakan pengeboran satu sumur eksplorasi pada kuartal III/2026 sebagai langkah strategis dalam membuka potensi sumber daya migas baru di salah satu wilayah operasinya, yakni Wilayah Kerja (WK) Pekawai di Provinsi Kalimantan Timur yang dikelola melalui PT Saka Energi Sepinggan.

Semenjak dipercaya pemerintah lewat SKK Migas bertindak sebagai operator berskema gross split per 16 Mei 2018, perusahaan terus mengoptimalkan potensi WK Pekawai seluas 1.555 kilometer persegi yang mencakup wilayah darat serta lepas pantai.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Saka Energi menyatakan bahwa WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi strategis berprospek cerah bagi perusahaan.

“Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini,” kata Fuji, dikutip Jumat (31/7/2026).

Guna merealisasikan komitmen eksplorasi di WK Pekawai, perusahaan secara konsisten menjalankan beragam tahapan kegiatan, mulai dari studi geologi serta geofisika yang sukses mengidentifikasi dua prospek utama di kawasan lepas pantai, yaitu Prospek Saka Manpatu (SM)-1 beserta Prospek Hanna.

Sejak tahun 2022, perusahaan juga berkolaborasi bersama Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk mematangkan kedua prospek itu, yang semakin diperkokoh pada tahun 2024 berkat perolehan persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi hingga 15 Mei 2028 demi memberikan keleluasaan dalam menjalankan program eksplorasi komprehensif.

Sebagai tindak lanjut, pada awal tahun ini perusahaan mendapat lampu hijau dari PGN untuk merealisasikan pengeboran sumur appraisal SM-1 berkedalaman target sekitar 12.000 kaki sebagai pemenuhan komitmen pasti eksplorasi.

“Pengeboran ini diharapkan dapat membuktikan keberadaan sumber daya migas di WK Pekawai sekaligus membuka peluang pengembangan melalui skema unitisasi dengan PHM,” ujar Fuji.

Di samping itu, survei geologi serta geokimia darat sedang berjalan sebagai rangkaian kegiatan geologi dan geofisika yang dijadwalkan rampung pada tahun 2026.

“Rencana pengeboran sumur eksplorasi menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut,” tuturnya.

Potensi WK Pekawai sendiri kian menjanjikan berkat karakteristik geologi berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu kelolaan PHM yang telah mengantongi rencana pengembangan atau plan of development.

Kira-kira 10 hingga 24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam teritori WK Pekawai, sehingga kandungan hidrokarbon di lapangan tersebut diyakini menerus sampai ke area WK Pekawai.

Ditambah lagi, letak WK Pekawai yang berada di antara deretan lapangan migas produktif seperti Manpatu, E. Mandu, serta Jempang Metulang semakin memperkokoh posisinya sebagai aset eksplorasi andalan Saka yang berdaya dorong besar dalam menyuplai tambahan sumber daya migas bagi Indonesia.

Terkini

Nindya Karya Kebut Proyek Garam Nasional Di Rote Ndao

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:48:31 WIB

Belanja Pemerintah Jadi Penopang Ekonomi Kuartal II-2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:46:32 WIB

OJK Dorong Transformasi Digital Industri Dana Pensiun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:45:01 WIB

Panduan Lengkap Beli Tiket GIIAS 2026 Online

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:43:31 WIB