Jalur Medan-Aceh Pulih Agustus Usai Dua Jembatan Rampung

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:51:31 WIB
Hubungan jalur di ruas strategis nasional penghubung Medan–Aceh dijadwalkan kembali pulih menjelang akhir Agustus 2026 seiring tuntasnya pembangunan permanen Jembatan Krueng (Kr) Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane yang berlokasi di Kabupaten Bireuen, Aceh.

JAKARTA - Hubungan jalur di ruas strategis nasional penghubung Medan–Aceh dijadwalkan kembali pulih menjelang akhir Agustus 2026 seiring tuntasnya pembangunan permanen Jembatan Krueng (Kr) Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane yang berlokasi di Kabupaten Bireuen, Aceh. 

Hadirnya kedua jembatan tersebut diandalkan untuk memulihkan kelancaran perpindahan orang beserta barang sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menerangkan, pengerjaan konstruksi Jembatan Teupin Mane sampai detik ini masih berjalan selaras dengan rencana dan ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada penghujung Agustus 2026.

"Pekerjaan masih sesuai progres dan sesuai jadwal awal. Insya Allah akhir Agustus 2026 bisa selesai dan fungsional. Kami berharap cuaca terus mendukung sehingga pekerjaan dapat berjalan maksimal," ujar Dody, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Dody, proses pembangunan sejauh ini sama sekali tidak menemui hambatan teknis yang berarti. Situasi cuaca sepanjang musim kemarau pun dinilai sangat membantu akselerasi pekerjaan sehingga target penyelesaian bisa tetap dipertahankan.

"Sejauh ini cuaca masih bersahabat. Harapannya pekerjaan bisa lebih cepat sehingga konektivitas pada ruas utama Medan–Aceh dapat segera pulih secara optimal," katanya.

Perbaikan secara permanen pada kedua jembatan ini dikerjakan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan infrastruktur jalan nasional di Aceh pascalandaan bencana. 

Dengan pulihnya dua jembatan tersebut, sektor pelayanan transportasi pada koridor utama bagian utara Pulau Sumatera diproyeksikan dapat kembali normal seperti sedia kala.

Untuk Jembatan Kr. Tingkeum, pihak Kementerian PU mendirikan duplikasi jembatan sepanjang 149,7 meter dengan total nilai kontrak mencapai Rp 107,5 miliar. 

Proyek yang digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk tersebut tercatat telah menorehkan progres fisik sebesar 74,46 persen terhitung per 29 Juli 2026.

Di sisi lain, Jembatan Teupin Mane dibangun memakai struktur rangka baja dengan bentang utama 80 meter ditambah 80 meter serta lebar 12 meter. 

Jembatan ini memiliki satu unit pier berpondasi bored pile serta dilengkapi sistem proteksi oprit menggunakan soldier pile guna mendongkrak ketahanan struktur bangunannya.

Kementerian PU memandang keberadaan kedua jembatan ini memegang fungsi yang sangat krusial lantaran berdiri di atas ruas nasional yang mempertemukan wilayah Medan dan Aceh. 

Selepas kembali berfungsi, jalur distribusi logistik diyakini akan kembali lancar sehingga mobilitas warga serta arus pengiriman barang tidak lagi mengalami kendala sebagaimana yang terjadi pada masa pascabencana.

Percepatan penyelesaian Jembatan Kr Tingkeum bersama Jembatan Teupin Mane ini merupakan wujud nyata dedikasi Kementerian PU lewat gelora PU 608 guna mempercepat pemulihan serta rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana. 

Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat tersambungnya kembali konektivitas, menjaga kestabilan jalur logistik, serta membangkitkan kembali roda perekonomian warga di koridor utama Medan–Aceh.

Terkini

Efisiensi Biaya Kerek Laba Grup Saratoga MPMX 23%

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:47:31 WIB

Pendapatan dan Laba Tol META Tumbuh Positif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:37:31 WIB