81 Persen Produk Makanan Balita di Toko Ternyata Ultra Proses

Kamis, 30 Juli 2026 | 04:14:02 WIB
Studi Ungkap 81 Persen Makanan Balita di Toko Tergolong Ultra Proses [FOTO: NET].

JAKARTA - Produk makanan yang diperdagangkan secara khusus untuk konsumsi para balita rupanya belum tentu mempunyai profil kandungan gizi yang tepat bagi kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini. Hasil sebuah riset ilmiah yang dijalankan oleh para periset dari University of Texas at Austin mendapati fakta bahwa sebanyak 81 persen produk makanan balita yang dijajakan pada berbagai gerai toko kelontong di kawasan Austin, Texas, diklasifikasikan sebagai jenis makanan ultra proses. 

Penyelidikan tersebut turut mengungkap bahwa sebagian dari produk-produk itu gagal memenuhi standar baku nutrisi yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kategori makanan komersial anak pada rentang usia 6 sampai 36 bulan. 

Temuan ini menjadi sorotan penting lantaran asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak pada fase awal kehidupannya berpotensi besar dalam membentuk preferensi citarasa serta pola kebiasaan makan mereka kelak.

Peneliti temukan 81 persen makanan balita ultra proses

Mengutip laporan dari laman USA Today (28/7/2026), kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan cara mengamati secara seksama berbagai produk makanan yang dipromosikan untuk kelompok anak usia 6 hingga 36 bulan di 21 titik toko kelontong yang ada di wilayah Austin.

Dua orang periset dari University of Texas at Austin melakukan pengumpulan dokumentasi foto dari total 2.783 item produk yang difokuskan bagi kelompok usia anak tersebut. Dengan merujuk pada parameter sistem klasifikasi pangan NOVA, kurang lebih sekitar 81 persen produk makanan yang berhasil diidentifikasi ternyata masuk ke dalam golongan makanan ultra proses. 

Skema sistem NOVA sendiri memilah jenis makanan ke dalam empat kategori utama, yakni kelompok makanan yang tidak mengalami pemrosesan atau diproses secara minimal, bahan-bahan kebutuhan masak yang diproses, kategori makanan yang diproses, serta kelompok makanan ultra proses.

 Pengklasifikasian tersebut memperhitungkan berbagai aspek mulai dari sifat fisik, derajat pengolahan, hingga intensitas tujuan dari proses industrialisasi yang diterapkan sebelum produk makanan tersebut siap dihidangkan.

Erin A. Hudson, seorang mahasiswi program pascasarjana di University of Texas at Austin yang juga bertindak sebagai science policy fellow pada American Society for Nutrition, menyatakan bahwa temuan riset ini mengindikasikan adanya jurang perbedaan yang nyata antara persepsi umum orang tua dengan realitas kualitas makanan yang beredar bebas di pasaran.

"Banyak orang tua mungkin berasumsi bahwa produk yang dijual di lorong makanan bayi dan balita harus memenuhi standar nutrisi tertentu. Temuan kami menunjukkan bahwa setengah dari makanan balita yang tersedia di toko kelontong lokal tidak memenuhi standar tersebut," kata Hudson.

Menurut pemaparannya, para orang tua dituntut agar bersikap jauh lebih teliti dan cermat dalam meneliti lembar label kemasan serta daftar komposisi bahan pangan guna mengenali profil kandungan gizi beserta sejauh mana tingkat pemrosesan industri dari produk makanan yang hendak diberikan kepada buah hati mereka.

Terkini