Pelni Gandeng Italia Rancang 3 Kapal Baru Rp 4,5 T

Kamis, 30 Juli 2026 | 01:54:02 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menunjuk korporasi asal Italia guna menyusun rancangan tiga armada baru yang bakal dibangun dengan besaran investasi mencapai Rp 4,5 triliun. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menunjuk korporasi asal Italia guna menyusun rancangan tiga armada baru yang bakal dibangun dengan besaran investasi mencapai Rp 4,5 triliun. 

Inisiatif pengadaan armada tersebut kini menginjak fase perumusan rancangan. Satu rancangan bakal dipakai sebagai acuan konstruksi tiga kapal penumpang anyar.

Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengemukakan, entitas bisnis asal Italia tersebut terpilih lewat mekanisme tender terbuka.

"Yang tiga kapal kami masih berproses di sisi desain kapalnya. Kemarin kan untuk desain kapal itu kami open tender dan pemenangnya sudah kami dapatkan, dari Italia," ujar Ditto saat ditemui di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Ditto, pekerjaan tersebut tidak sekadar mencakup tata letak konstruksi kapal, melainkan pula perancangan interior secara menyeluruh.

Pelni memperkirakan proses penyusunan rancangan tersebut membutuhkan durasi sekitar 17 bulan.

"Itu satu desain untuk tiga kapal PMN. Dengan tipe kapal RoPax, Roro (Roll-on/Roll-off) Passenger di kapasitas 1.000 penumpang," ucapnya.

Kendati rancangan telah dipegang korporasi asal Italia, Pelni belum menetapkan galangan yang bakal merealisasikan pembangunan ketiga armada tersebut. Pemerintah masih mengkaji peluang melibatkan galangan kapal domestik. Langkah itu selaras dengan ikhtiar mendongkrak kontribusi sektor perkapalan dalam negeri.

"Beberapa kali memang sudah ada pembahasan terkait itu (menggandeng galangan dalam negeri). Tapi belum ada secara langsung ke kami. Kami masih sifatnya menunggu arahan dari pemerintah seperti apa," kata Ditto.

Pelni, sambung dia, menyambut baik apabila pemerintah menetapkan penggunaan galangan kapal nasional. Kendati demikian, penunjukan pelaksana konstruksi senantiasa mematuhi kaidah tata kelola korporasi yang baik atau good corporate governance (GCG).

Seandainya seluruh tahapan berjalan sesuai proyeksi, ketiga kapal bakal diserahterimakan secara bertahap mulai pertengahan 2028 hingga 2030. Pelni mematok target armada perdana mulai beroperasi pada 2029.

"Operasionalnya iya (tetap di 2029), deliverynya kan di 2029, mudah-mudahan sudah bisa beroperasi," tuturnya.

Sebagai catatan, pengadaan trio kapal tersebut dibiayai lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) serta kas internal korporasi. 

Sebesar Rp 1,5 triliun bersumber dari PMN tahun anggaran 2024 guna uang muka pengadaan tiga kapal penumpang. 

Disusul Rp 2,5 triliun dari PMN tahun anggaran 2025 untuk pelunasan pengadaan ketiga armada tersebut. Sisa kebutuhan senilai Rp 500 miliar bakal ditutupi dari kas internal Pelni.

Terkini